Skip to main content

Ketika Aku Mati

Ketika aku mati
Ketika keranda jenazahku dibawa keluar
Jangan pernah kau fikir aku akan merindui dunia ini
Jangan kau titiskan airmata
Jangan kau mengeluh atau menyesal
Aku bukannya jatuh dalam jurang yang mengerikan

Ketika kau melihat jenazahku diusung
Jangan kau tangisi kepergianku
Aku bukannya pergi
Aku baru tiba menemui cinta yang abadi

Ketika kau tinggalkan aku di kubur
Jangan kau ucapkan selamat tinggal
Ingatlah.. kuburan itu hanyalah selabuh tirai
Yang melindungi syurga di sebaliknya
Kau hanya melihatku diturunkan ke liang lahad

Sekarang saksikanlah aku bangkit
Mana mungkin ada pengakhiran saat matahari terbenam atau bulan tenggelam
Kau anggap itu pengakhiran bak terbenamnya mentari
Namun hakikatnya fajar yang bakal menjelma

Ketahuilah...
Ketika kuburan mendakap dirimu
Saat itu jiwamu benar-benar bebas

Apakah kau pernah melihat benih yang jatuh ke bumi,
tidak menumbuhkan kehidupan baru?
Mengapa kau ragu-ragu pada benih yang menumbuhkan manusia?

Apakah kau pernah melihat timba yang diturunkan ke dalam telaga,
dinaikkan kembali tanpa ada apa-apa di dalamnya?

Mengapa meratap untuk jiwa yang pergi?
Sedangkan dia akan kembali seperti Yusuf muncul dari telaga.

Ketika untuk kali terakhir kau menutup mulutmu
Kata-kata dan jiwamu akan menjadi milik dunia


:: Sajak ini hasil nukilan Jalaluddin Ar-Rumi

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hujan Sebelum Pelangi

. . Seringkali hati kecil mengaduh sakit, seringkali jiwa meratap hiba. Dugaan dan ujian yang bertimpa-timpa, kadangkala menewaskan semangat yang ada. Kadangkala kita berasa sendirian dan terasa betapa kita dipinggirkan. Ketika kita menyangka sudah tidak ada lagi yang bernilai dalam kehidupan dan yang kita lihat hanyalah jalan suram di hadapan. Lantas kita marah kepada Tuhan, kita kecewa dengan ketentuan yang diciptakan. Kita menyalahkan takdir hitam dan saat itu sendu airmata mengaburkan kewarasan. Lalu kita hilang pertimbangan, di antara keimanan dan rasukan syaitan. Kita hanya nampak jalan mudah untuk melepaskan diri, lalu ada yang seringkali memilih kematian sebagai penyelesaian. Pernahkah sekali kita memahami alam. " Mengapa Tuhan hadirkan pelangi selepas hujan? "   " Mengapa Tuhan tumbuhkan bunga selepas kering-kontang? " Hanya daripada benih hitam yang kusam, apabila disirami hujan lantas berbunga cantik. Maka tersenyumlah alam...

Bawa Hati Mu Ke Arah CintaNYA.....

Subhanallah.. Astaghfirullahalazim.... Benar-benar saya rindu akan blog ni.. Sepi..tanpa bicara yang saya kongsikan.. Dalam mencari makna hamba ILLAHI yang sebenarnya.. banyak peristiwa yang berlaku .. membuatkan saya muhasabah balik diri ini... memberi masa pada orang lain dan diri... doakan saya agar bertemu "jawapannya"... Teringat kembali saat bersama dengan sahabat-sahabat dan adik-adik junior dalam     Program Magnet Diri yang dianjurkan oleh kami... Dalam pemerhatian saya,ada satu slot yang betul-betul menarik perhatian warga kampus UMNP...tak pernah saya lihat seramai itu..ye lah mungkin waktunya dibuat sebelum Iftor (barangkali semuanya lapar)..dahlah dapat makan free... Mungkin... slot yang dikendalikan oleh adik Saiful Anwar , moderatornya..berganding dengan panel -panel yang mantop dan Tip top..Ustaz Hazrul dan Ustazah Seripah ..memberi impak yang  hebat..ye lah bait-bait kata dari umi dan abah...mutiara ilmu yang mesti dikutip .. Melihat ...